
Gumpalannews.com, SIMEULUE- Berikut adalah video Exclusive pengakuan korban dugaan penyiksaan tahanan di Lapas Kelas III Sinabang. Video berdurasi 5 menit 13 detik ini diperoleh Gumpalannews.com pada selasa, (22/07/2022).
Dalam video ini korban mengaku dipukul oleh petugas lapas secara bergantian, terutama pada selesai sholat ashar, dan malam hari.
DF menjelaskan, peristiwa itu terjadi bermula ada razia petugas, yang menemukan gulungan sarung di kamar korban. Namun, belum dijelaskan oleh korban. Petugas sudah memukul korban.
Video Exclusive pengakuan korban dugaan penyiksaan di Lapas Kelas III Sinabang. Selasa, (22/07/2025). Video Dok Gumpalannews.com.
"Waktu ditanya. Ada gulungan sarung kok ada jepitan jemuran. Ada kolor. Baru saya mau jelaskan sudah ditinjunya,"ungkap korban dalam rekaman videonya yang diperoleh Gumpalannews.com. Selasa, (22/07/2025).
Korban kemudian dibawa ke pos penjagaan, disana korban kembali dikeroyok oleh sejumlah petugas lapas.
"Saya ke pos penjagaan. Sampai di pos saya dikeroyok rame-rame. Muka saya. Kepala saya bengkak semua. Mata saya berdarah,"ungkap DF dalam videonya.
Diruang isolasi korban mengaku kaki dirantai dan tangannya diborgol, serta kepalanya dipukul dengan memakai pentungan oleh petugas.
Korban mengungkapkan, pada tengah malam usai dipukul sejumlah petugas. Dalam posisi menggigil, badan bergetar manahan sakit. Korban disuruh mandi dengan pakaian dan disuruh tidur dilantai tanpa alas. Jika tidak dituruti korban. Maka korban akan kembali dihajar oleh petugas lapas.
"Pas mau tidur. Di suruh mandi sama petugas. Kalau gak mandi. Dihajar lagi. Saya tidur dengan pakaian basah dilantai tanpa alas,"jelas DF.
Tidak hanya petugas yang sudah lama bertugas, korban mangaku dipukul oleh anak baru yang baru bertugas di Lapas Kelas III Sinabang. Mereka berbaris, lalu kemudian satu persatu secara bergantian memukul korban.
Korban mengaku diancam oleh petugas. Jika menceritakan kekerasan yang dialaminya kepada orang lain.
"Itu kan rencananya saya mau di BAP usai kejadian razia. Tapi sampai sekarang belum di BAP. Petugas bilang ke saya, kalau kamu buka mulut pas di BAP. saya pastikan gigimu rontok semua. Saya buat kamu gak bisa jalan. Kata yang bawa pentungan,"katanya.
Perbuatan tak manusiawi yang diduga dilakukan oleh petugas lapas ini, tengah menjadi sorotan sejumlah pihak, termasuk Komnas HAM.
Sebelumnya, saat dikonfirmasi Gumpalannews.com. Kepala Lapas Kelas III Sinabang, Nazaryadi, membantah adanya penyiksaan di Lapas Kelas III Sinabang.
Nazar mengatakan, hal itu hanyalah fitnah. Karena DF mengkonsolidasi pelarian dan berhasil di cegah.
"Tidak benar. semua fitnah idris advokad, karena kleinnya mengkosolidasi pelarian, dan berhasil kami cegah," Kata Kalapas Kelas III Sinabang.
Komentar