
Gumpalannews.com, SIMEULUE- Dalam Laporan Hasil Pemeriksaan Badan Pemeriksa Keuangan (LHP BPK) Perwakilan Aceh Tahun 2024 disebutkan terdapat 6 paket kekurangan volume pada dua SKPK di Kabupaten Simeulue.
Dari 6 paket yang menjadi temuan BPK tersebut 4 diantaranya proyek SPAM.
Pertama, Proyek Pembangunan IPA/Broncaptaring/Sumur Dalam Terlindungi SPAM Desa Sambai yang dimenangkan CV. Putra Agung Persada Tahun 2024 dengan nilai kontrak Rp. 1.942.100.000, menurut LHP BPK terdapat kekurangan volume pada proyek tersebut senilai Rp 108.682.272,14.
Kedua, proyek Pengembangan SPAM Jaringan Perpipaan dan Sambungan Rumah SPAM Leubang Hulu.
Proyek ini dimenangkan oleh CV. EMM Construction dengan nilai kontrak Rp. 1.633.000.000,-. Pada proyek ini, dalam LHP-nya BPK menyebutkan kekurangan volume senilai Rp. 36.378.518,55,-.
Ketiga, proyek Pembangunan Uprating IPA/Penambahan Sumur Dalam Terlindungi/Broncaptaring SPAM Air Dingin.
Proyek ini dimenangkan oleh CV. UTOH BIT dengan nilai kontrak Rp. 1.463.499.769.81,-. Pada proyek ini, BPK menyebutkan kekurangan volume Rp 5.870.691,51,-.
Keempat, Proyek Peningkatan Instalasi Pengolahan Air Sefoyan. Proyek ini dimenangkan oleh CV. Teunom Perkasa dengan nilai kontrak Rp. 1.675.000.000,-. Pada proyek ini dalam LHP BPK disebutkan kekurangan volume Rp 6.533.967,97.
Di Kabupaten Simeulue, proyek SPAM ini kerab menjadi sorotan masyarakat. Pasalnya, setiap tahun miliaran anggaran untuk proyek SPAM terus dikucurkan. Namun, kebanyakan SPAM tidak berfungsi maksimal. Bahkan ada yang tidak berfungsi sama sekali sejak dibangun.
Misal, proyek Groundtank Taman Kota Simpang Lima. Setiap kali kebakaran melanda Kota Sinabang. Groundtank Taman Kota ini tidak pernah berfungsi sejak dibangun. Proyek dimenangkan oleh CV. Tauhau dengan nomor kontrak : 600/02/SPK/DOKA/BPBD/2021 dengan nilai kontrak Rp. 919.000.000,-.
Untuk SPAM Sambai. Menurut warga setempat mengeluhkan air tidak mengalir, sejak 20 hari selesai dibangun. Proyek SPAM senilai Rp 1.942.100.000 ini, menurut warga hanya aktif sekitar 20 hari setelah selesai dibuat. Kemudian setelah itu, hingga saat ini air tidak pernah lagi mengalir. Sudah hampir 7 bulan tidak aktif.
"Ia untuk seluruh, tapi tidak sampai 1 bulan paling hanya 20 hari,"kata Ajmal Arif warga sambai. Jum'at, (11/07/2025).
Ajmal menduga kemungkinan bak penampung mengalami kebocoran. Sehingga hanya bisa bertahan aktif 20 hari. Saat ini, kata dia, hanya sekitar 40 rumah yang dapat dialiri dari pipa SPAM tersebut. Sementara 100 rumah warga lainnya tidak berfungsi.
"Aktif Sekitar 40 rumah. Tidak aktif Sekitar 100 rumah lebih. Sudah tidak aktif Sekitar 5/6 bulan,"ungkap Ajmal.
Komentar