Kamal & Friends Meriahkan Closing Ceremony Dua Dekade Damai Aceh
Personil Kamal & Friends, Kamal Amar Tassa, saat tampil Closing Ceremony Peringatan Dua Dekade Damai Aceh pada Senin malam, 18 Agustus 2025, di Gedung BMA. Foto: Dok. Panitia

GUMPALANNEWS.COM I Banda Aceh - Suasana Closing Ceremony Peringatan Dua Dekade Damai Aceh pada Senin malam, 18 Agustus 2025, di Gedung Balai Meuseraya Aceh (BMA), berlangsung meriah. Grup band lokal asal Banda Aceh, Kamal & Friends, berhasil menyihir ratusan pasang mata yang hadir dengan penampilannya yang energik.

Kamal & Friends tampil membawakan lagu pembuka “Karma” milik band Coklat. Dentuman musik dan vokal Kamal membuat penonton bergemuruh, tak sedikit yang ikut bernyanyi bersama. Riuh tepuk tangan pun memenuhi gedung ketika lagu itu usai dibawakan.

Tidak berhenti di sana, Kamal & Friends melanjutkan performanya dengan membawakan lagu-lagu populer seperti “Menunggumu” dari Noah dan “Jaga Selalu Hatimu” milik Seventeen. Alunan musik yang penuh emosi dan kualitas vokal sang vokalis yang bernyanyi penuh penghayatan membuat pengunjung diam tak bergeming.

Kamal sendiri dikenal sebagai salah seorang pelaku Event Organizer (EO) di Banda Aceh. Kehadirannya di panggung musik menambah warna dalam acara penutupan ini, sekaligus membuktikan kiprahnya tak hanya di balik layar, tetapi juga mampu memberi suguhan mengesankan di depan publik.

Ketua Panitia Pelaksana, Rahmad Yuliandra, menyebutkan bahwa kemeriahan acara ini merupakan puncak dari rangkaian kegiatan peringatan dua dekade damai Aceh yang telah berlangsung sejak 14 Agustus lalu. “Hari ini kita merayakan bukan hanya peringatan damai, tetapi juga kemerdekaan yang ke-80 dengan penuh suka cita,” ujarnya.

Sebelumnya, sejak tanggal 14 hingga 18 Agustus 2025, peringatan dua dekade damai Aceh telah diramaikan dengan berbagai kegiatan, mulai dari lomba rakyat, pameran expo yang menghadirkan partisipasi kabupaten/kota serta SKPA, hingga panggung hiburan musik yang menampilkan sejumlah grup band lokal. Acara puncaknya pada 15 Agustus lalu bahkan dihadiri ribuan tamu undangan dari dalam dan luar negeri.

Selain suguhan musik, pada Senin pagi panitia juga memutar video dokumenter perjalanan dua dekade damai Aceh. Tayangan tersebut menghadirkan kembali jejak langkah Aceh dalam mempertahankan perdamaian sejak penandatanganan MoU Helsinki, menjadi refleksi penting bagi masyarakat. 

“Melalui tayangan ini, masyarakat bisa melihat kembali perjuangan sekaligus hasil yang telah dicapai Aceh dalam merawat perdamaian,” jelas Rahmad.


Komentar

Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE.
Loading...

Berita Terkini