APH Diminta Usut Anggaran Pra PORA Senilai Rp. 3 Miliar Lebih
Sekretaris Koni Simeulue, Bambang Irwanto saat bertemu dengan sejumlah wartawan di salah satu warkop air dingin. Senin, (26/08/2025). Foto/Dok Gumpalannews.com

Gumpalannews.com, SIMEULUE– Sekretaris Koni Simeulue, Bambang Irwanto, secara terbuka membuka jumlah anggaran untuk mengikuti Pra - Pekan Olahraga Aceh, yang saat ini tengah menjadi polemik di masyarakat. 

Bambang menyebutkan, anggaran Pra PORA tersebut jika ditotal mencapai Rp. 3 miliar lebih. 

Rinciannya, kata dia, Rp. 2.052.221.500, untuk biaya pembinaan 17 Cabang olahraga yang akan mengikuti Pra PORA. 

Biaya pelaksanaan untuk tuan rumah 3 Cabang Olahraga jika ditotal sebanyak Rp. 576.778.500,-.

Adapun rinciannya, untuk PODSI sebanyak Rp. 275.000.000. Kemudian, untuk Karate sebanyak Rp. 204.000.000,-. Dan yang terakhir untuk IPSI sebanyak Rp. 97.778.500,-.

Selain itu Bambang juga menjelaskan, ada dana untuk biaya pembinaan cabang olahraga, dan sekaligus operasional Koni sebanyak Rp. 400.000.000,- 

"Jika ditotal 3.029.000.000," jelas Bambang Irwanto kepada wartawan. Senin, (26/08/2025). 

Daftar 17 Cabang Olahraga yang menerima dana hibah dari Koni Simeulue untuk mengikuti Pra-PORA. Yang nilainya mencapai Rp. 2.150.000.000,-. Foto/untuk Gumpalannews.com

Bambang membantah adanya pemotongan dana hibah untuk 17 Cabang Olahraga yang mengikuti Pra PORA. Dia menegaskan semua anggaran disalurkan kepada para pengurus cabang olahraga masing-masing. 

"Tidak ada sepersen yang dipotong baik. Tidak ada itu,"tegas bambang. 

Polemik ini pun bisa menjadi pintu masuk aparat penegak hukum (APH) untuk mengungkap kemungkinan adanya dugaan penyalahgunaan anggaran dana hibah untuk Koni Simeulue, dan untuk 17 cabang Olahraga, yang nilainya cukup fantastis yakni Rp. 3 miliar lebih. 

Sebab, pemberitaan sebelumnya disalahsatu media online, seorang atlit asal Simeulue mengungkap adanya dugaan  pemotongan untuk hak-hak atlit disalahsatu Cabang Olahraga.

Sehingga dia mendesak agar APH mengusut dugaan penyalahgunaan anggaran Pra - PORA. 

Dugaan permainan kotor seperti yang diungkap atlit tersebut, tidak tertutup kemungkinan juga terjadi pada Cabang Olahraga lainnya. Sehingga dipandang sangat perlu, aparat penegak hukum mengusut tuntas persoalan ini. 

Anggaran Pra-Pekan Olahraga Aceh (Pra-PORA) dan Koni Simeulue ini muncul ke publik, bermula Suhardi Madani mengunggah video diakun YouTube pribadinya.

Dalam unggahan video tersebut. Suhardi Madani mengaku kecewa honornya belum sepenuhnya dibayarkan oleh Persatuan Olahraga Dayung Seluruh Indonesia (PODSI) Simeulue. 

"Kami bekerja keras mendokumentasikan setiap detik Pra-PORA. Tapi, hingga hari ini, hak kami belum dipenuhi. Ke mana anggaran miliaran itu?" ujarnya

Ketua Persatuan Olahraga Dayung Seluruh Indonesia (PODSI) Simeulue, Nazaruddin, mengakui adanya masalah tersebut. Namun, dia beralasan bahwa Suhardi bukanlah bagian dari panitia resmi. 

"Dia hanya teman yang kami ajak membantu. Kami sudah berikan Rp600 ribu, dan menawarkan tambahan Rp400 ribu, tapi dia menolak,"jelasnya saat melakukan pertemuan dengan sejumlah wartawan, disalahsatu Warkop di Kota Sinabang. Senin, (26/08/2025). 

Sebelumnya klarifikasi Nazaruddin juga beredar di whatsapp. Yang isinya: 

Bahwa Suhardi tidak terlibat dalam SK kepanitiaan Prapora Cabor dayung 2025 yang dikeluarkan oleh Bupati Simeulue. 

Dalam RAB pelaksanaan juga tidak ada anggaran yang tersedia untuk operator kamera lintasan. 

selama event berlangsung (6 hari) Suhardi kami libatkan membantu panitia sebagai operator kamera. Sedangkan kamera /Handicam yang digunakan juga milik KONI Simeulue (bukan alat milik pribadi Suhardi).

Selesai event, panitia mengambil kebijakan untuk memberikan upah jasa kepada Suhardi sebesar Rp. 600.000.- (sudah dia terima) sama nominalnya seperti anggota panitia lainnya yang terdaftar dalam SK kepanitiaan + makan siang.

Selang beberapa hari via WA + komunikasi langsung dengan ketua Cabor dayung, Suhardi meminta tambahan upah sebesar Rp. 1 juta. Panitia tidak dapat mengkabulkan karena memang anggaran untuk operator kamera tidak tersedia dalam RAB. 

"Lagipun anggota panitia lainnya yang bertugas dan resmi dalam kepanitiaan tidak menuntut di bayar lebih,"jelas Nazaruddin. 

Dalam penjelasannya, Nazaruddin, mengatakan panitia juga menghargai tenaga profesinya dengan mau menambah 400 ribu lagi. Tapi Suhardi menolak dan tetap ngotot minta tambahan 1 juta. Alhasil tambahan dari panitia 400 ribu tidak diberikan lagi. 

Karena beliau Tidak mau menerima tambahan 400 ribu, Ketua Cabang Olahraga meminta datang ke Dispora untuk langsung menghadap Ketua Umum ( syuhelmy) untuk meminta kebijakan tambahan namun Suhardi tidak bersedia.


Komentar

Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE.
Loading...

Berita Terkini