
Gumpalannews.com, JAKARTA - Menteri Ekonomi Kreatif Teuku Riefky Harsya resmi membuka Musyawarah Besar (Mubes) XXI Taman Iskandar Muda (TIM) di Aula Masjid Baiturrahman Kompleks DPR/MPR RI, Senayan, Jakarta, Sabtu, 22 Agustus 2026. Pembukaan ditandai dengan penabuhan rapa'i oleh Riefky dan jajaran petinggi TIM.
Dalam sambutannya, Riefky mengatakan TIM sebagai organisasi paguyuban masyarakat Aceh harus terus berinovasi. Dia menekankan pentingnya menjaga kekompakan masyarakat Aceh.
Riefky yang juga putra asal Bireuen, Aceh berharap TIM tidak hanya menjaga warisan dan nilai yang telah dibangun generasi sebelumnya, tetapi juga memberi ruang bagi generasi muda untuk berkembang.
"Memberikan ruang seluas-luasnya bagi generasi muda untuk tumbuh, berkreasi, berinovasi, dan berani bermimpi besar," kata Riefky dalam sambutannya.
Menurut Riefky, Mubes XXI TIM harus menjadi momentum untuk memperkuat organisasi sekaligus memperluas manfaat bagi masyarakat.
"Marilah kita jadikan musyawarah besar ini sebagai momentum untuk memperbarui niat dalam membesarkan organisasi dan memberikan manfaat yang lebih luas bagi masyarakat," ujar Riefky yang juga anggota Majelis Mufakat Pengurus Pusat Taman Iskandar Muda.
Riefky juga berharap persaudaraan masyarakat Aceh di perantauan semakin kokoh. Kekompakan tersebut dinilai penting untuk mendorong kemajuan Aceh sekaligus memperkuat kontribusi masyarakat Aceh bagi Indonesia.
"Semoga persaudaraan masyarakat Aceh di perantauan semakin kokoh, mewujudkan Aceh semakin maju dan Indonesia semakin kuat," katanya.
Riefky menambahkan Kementerian Ekonomi Kreatif membuka kesempatan kepada TIM dan komunitas masyarakat lainnya untuk berkolaborasi memajukan ekonomi kreatif.
"Tentu kami terbuka untuk berkolaborasi dengan seluruh komunitas, termasuk juga komunitas masyarakat Aceh," ujarnya.
Menurutnya, Aceh merupakan daerah yang sangat kuat akar budayanya. Ini menjadi potensi untuk dikembangkan menjadi ekonomi kreatif.
"Budaya adalah hulunya, ketika hilirnya diberi kesentuhan inovasi, kreativitas, teknologi, disitulah ekonomi kreatif. Jadi bagaimana budaya kita juga bisa memberikan nilai tambah, nilai ekonomi, sehingga juga bisa memberikan peningkatan kesejahteraan masyarakat," katanya.
Sementara itu, Ketua Umum PPTIM Muslim Armas mengatakan selama 4 tahun kepemimpinannya, PPTIM sudah melakukan banyak hal, di antaranya menggelar halalbihalal yang dihadiri lebih 15.000 masyarakat Aceh di perantauan, menggelar Festival Kuliner dan Budaya Aceh, serta membantu Aceh pascabanjir dan longsor akhir November 2026 dengan membuka donasi dan menyalurkan bantuan langsung kepada para korban di sejumlah kabupaten/kota.
"Dana yangg terkumpul lebih dari Rp 1,5 miliar, dan sampai saat ini kita masih terus membantu Aceh," katanya.
PPTIM juga sudah membeli lahan untuk wakaf tempat pemakaman masyarakat Aceh di wilayah Cikeusal, Banten.
Untuk itu, Muslim berharap siapa pun yang terpilih menjadi Ketua Umum PPTIM selanjutnya bisa melanjutkan program-program tersebut. Dia berharap Mubes TIM bisa membawa kebaikan bagi organisasi dan masyarakat Aceh di perantauan. Bukan malah jadi ajang pecah belah hanya karena berbeda pilihan.
Ketua Panitia Mubes TIM 2026 l, Sanusi Hasyim mengatakan Mubes TIM 2026 dihadiri sekitar 357 peserta dan peninjau yang berasal dari unsur PPTIM, organisasi cabang, dan organisasi sektoral di bawah naungan TIM.
Pembukaan Mubes TIM turut dihadiri sejumlah tokoh masyarakat Aceh dari berbagai kalangan, di antaranya Surya Darma, Nasir Djamil, Sulaiman AB, Ibrahim Pidie, Teuku Safli Didoh, Joefly J Bahroeny, Amiruddin Usman, Ghazali Abbas Adan, Iskandar Kasly, Ridwan Nyak Baik, Fikar W Eda, Saiful Bahri, dan lainnya.
Agenda utama Mubes TIM, adalah penyampaian laporan pertanggungjawaban pengurus PPTIM periode 2022-2026, pembahasan Anggaran Dasar dan Anggaran Rumah Tangga (AD/ART) /, serta Garis-Garis Besar Haluan Organisasi (GBHO). Selanjutnya pemilihan Ketua Umum PPTIM masa bakti 2026-2030.
Komentar