Tampak Sedikit Melengkung, Kualitas Bangunan Proyek SPAM Sanggiran Dipertanyakan
Gumpalannews.com, SIMEULUE - Proyek Pembangunan instalasi Pengelolaan Air (IPA)/Bronvaptering/Sumur Dalam Terlindungi SPAM Desa Sanggiran senilai Rp Rp1.894.895.425,25 perlu dilakukan uji mutu beton.
Sebab, kualitas pembangunan Proyek Sistem Penyediaan Air Minum (SPAM) di Desa Sanggiran, Kabupaten Simeulue, patut dipertanyakan.
Amatan Media ini dilapangan, proyek yang dibiayai Dana Alokasi Khusus (DAK) Tahun Anggaran 2025 itu dikerjakan CV. Vantaztik Construction tersebut, terlihat bak penampung air tampak miring. Dinding bak terlihat tidak rata dan ditemukan banyak tambalan semen . Begitu juga pada bagian lantai bak penampung juga tampak banyak tambal sulam semen.
Selain itu, pemasangan pipa penyalur air dari bak penangkap menuju bak reservoir dan unit filtrasi diduga tidak sesuai dengan gambar teknis perencanaan.
Sumber media ini yang berpengalaman di bidang pekerjaan SPAM mengatakan, secara teknis bak penampung air harus dibangun sesuai standar konstruksi.
Dia menjelaskan, pada bagian lantai bak penampung harus dipasang tulangan besi terlebih dahulu sebelum dilakukan pengecoran, begitu juga di bagian dinding.
“kalau ketebalan lantai itu disesuaikan dengan RAB. Biasanya ketebalan lantai sekitar 30 sentimeter. Kalau Untuk dinding bak, tulangan besi harus dua lapis, tidak boleh satu lapis. Setelah itu baru dibuat mal dan dilakukan pengecoran,” jelas sumber media ini. Senin (12/01/2026).
Berdasarkan foto dan video kondisi bangunan yang ditunjukkan wartawan, sumber tersebut menduga terdapat ketidaksesuaian teknis dalam pelaksanaan pekerjaan dibeberapa bagian.
Ia mencontohkan pada bagian pemasangan pipa, dia menduga terdapat kesalahan teknis.
“Ini kemungkinan ada kesalahan tukang. Seharusnya jalur pipa itu dipersiapkan sejak awal. kalau seperti ini satu-satu jalannya dipotong dulu pipanya kemudian disambung kembali,” ujarnya.
Terkait banyaknya tambalan semen di dinding bak, ia menduga hal itu terjadi karena pengecoran tidak dilakukan secara padat, sehingga menyebabkan keropos. Menurutnya, kondisi tersebut berpotensi menimbulkan kebocoran bahkan jebol apabila penambalan tidak dilakukan dengan benar.
“Kalau penambalannya sesuai, mungkin tidak bocor. Tapi kalau tidak sesuai, ini bisa bocor bahkan jebol. Kita berharap itu tidak terjadi,” katanya.
Ia juga menilai, mutu bangunan yang tampak pada video diduga rendah akibat komposisi adukan semen yang tidak sesuai standar. Namun demikian, ia menegaskan bahwa kepastian mutu bangunan harus ditentukan melalui pengujian teknis menggunakan alat uji kualitas konstruksi dari Dinas PUPR Simeulue.
"itu bisa diuji mutu. menggunakan alat uji kualitas konstruksi. itu ada alatnya, " pungkasnya
Sementara itu, pelaksana kegiatan Zulpan membenarkan bahwa dirinya bertanggung jawab atas proyek tersebut. Ia menegaskan bahwa pekerjaan telah dilaksanakan sesuai spesifikasi teknis.
"Kita tunggu ajala BPK yang menilai. Pekerjaan Belum PHO. uang saya pun belum dibayar. tapi pekerjaan saya selesaikan. sekarang kan masih finising," Kata Zulpan.
Dikonfirmasi Kepala Bidang Cipta Karya, Dinas PUPR Kabupaten Simeulue, Renita, mengatakan pihaknya belum melakukan PHO terhadap kegiatan tersebut.
"Kita belum berani PHO, kalau pekerjaan mereka belum Sempurna, " Kata Renita.