Projo Menduga Oknum Pimpinan DPRK Simeulue Gunakan SPPD Untuk Pesta Dugem Diskotik di Medan
Gumpalannews.com, SIMEULUE - Projo Simeulue menduga Oknum Pimpinan DPRK Simeulue berinisial AS menggunakan biaya Surat Perintah Perjalanan Dinas atau SPPD untuk pesta dugem di diskotik di Medan.
Insiden itu menurut Projo telah melukaj masyarakat Simeulue. Terlebih kata Projo, AS merupakan Ketua dari salahsatu Partai Politik di Simeulue.
Ketua Projo Simeulue yang turut dihubungi mendesak oknum Pimpinan Dewan yang terjaring razia diskotik di Medan agar mengundurkan diri.
Projo menduga Pimpinan Dewan Simeulue tersebut telah menyalahgunakan biaya SPPD nya untuk pesta dugem di diskotik.
"Jelas lah itu salah menggunakan SPPD. kepentingan pribadi bukan untuk kepentingan masyarakat. Itu di media sudah dibahas,"kata Ketua Projo Simeulue.
Menurut Projo, hal yang dipertontonkan sangat memalukan. Tidak sesuai dengan syari'at Islam.
Dilansir pemberitaan sejumlah media lokal di Medan, AS terjaring razia oleh petugas dari Direktorat Reserse Narkoba Kepolisian Daerah Sumatera Utara (Polda Sumut), senin malam, 3 November 2025 di salah satu lokasi hiburan malam, yakni THM Helen di Jalan A. Rifai, Kelurahan Madras Hulu, Kecamatan Medan Polonia, Kota Medan, Provinsi Sumatera Utara.
Masih menurut media setempat, hasil pemeriksaan di lokasi, tidak ditemukan adanya barang bukti narkotika.
Namun demikian, petugas turut melakukan tes urine terhadap 37 orang pengunjung yang dicurigai, dengan hasil 36 orang dinyatakan negatif, sedangkan 1 orang positif mengandung amphetamine/metamphetamine atas nama AS (36 tahun), warga Desa Suka Maju, Kecamatan Simeulue Timur, Kabupaten Simeulue, Aceh.
Jika dilihat dari foto yang berita yang beredar dan rilis berita. Diduga AS merupakan Oknum Pimpinan DPRK Simeulue yang sedang melakukan kunjungan kerja keluar daerah.
Sejumlah pejabat Simeulue yang dihubungi Gumpalan menyesalkan kelakuan oknum pimpinan DPRK Simeulue tersebut.
"Jangan saya adinda. Gak enak sama dewan. Tapi kita sayangkan saja jika benar informasinya tentu sangat memalukan daerah,"kata seorang pejabat senior Pemda Simeulue kamis pagi.(06/11/2025).
Sementara pejabat lainnya yang juga turut dikonfirmasi Gumpalan membantah keras kegiatan para pejabat Simeulue keluar hanya untuk pesta dugem.
"Gini dek. Tidak semua pejabat kita yang seperti itu,"jelasnya.
Ketua DPRK Simeulue Rasmanudin H Rahamin mendadak tertutup dan tidak merespon panggilan telepon wartawan. Usai satu oknum Pimpinan Dewan terjaring razia diskotik di Medan beberapa waktu lalu.
Biasanya, Rasman sangat responsif terhadap isu-isu terkini, terkait pembangunan Simeulue. Dan terbuka berdiskusi dengan semua kalangan. Namun, sejak pemberitaan satu oknum Pimpinan Dewan yang diduga terjaring razia diskotik di medan. Rasman mendadak tertutup dan belum menjawab konfirmasi dari Gumpalan.
Sebagai Pimpinan DPRK, mungkin Rasman ingin terlebih dahulu mengkroscek isu yang sedang berkembang. Sehingga apa yang disampaikan ke publik nantinya tidak simpang siur.
Sementara mantan Ketua Himpunan Masyarakat Simeulue (Himas) di Jakarta, Dr. Denvinal, MM menyayangkan jika benar informasi yang beredar bahwa oknum Pimpinan Dewan terjaring razia diskotik di Medan.
"Saya berharap dihukum. Sesuai hukum yang berlaku jika itu benar,"kata Denvinal kepada Gumpalan.