Analisa Percakapan Medsos Bentuk Ruang Kreatif Era Digital
Gumpalannewscom, PALEMBANG – Perkembangan media sosial yang begitu pesat telah mengubah cara masyarakat menyampaikan pendapat, merespons kebijakan hingga menilai kinerja para pemangku kepentingan. Di tengah derasnya arus informasi digital tersebut, kehadiran BungFK DigitalAnalysis Research Centre (BDRC) dinilai turut memberikan warna baru dalam membaca dan memetakan persepsi publik, khususnya di Kabupaten Banyuasin.
Memasuki usia tiga tahun, BDRC dinilai telah menjadi salah satu ruang kreatif referensi dalam melihat berbagai fenomena yang berkembang di ruang digital. Kehadiran lembaga ini juga memiliki kedekatan tersendiri dengan masyarakat Banyuasin, mengingat pendirinya merupakan putra daerah asal Muara Sugihan, Banyuasin dan juga Wakil Ketua DPC Gekrafs Banyuasin.
Anggota DPRD Kabupaten Banyuasin, Noor Ishmatuddin, menilai analisis berbasis media sosial yang dilakukan BDRC memberikan pemahaman baru khususnya bagi para politisi dan wakil rakyat dalam memahami suara masyarakat yang berkembang di ruang digital.
“Analisis berbasis media sosial cukup membantu, terutama bagi kita yang bergelut sebagai politisi dan wakil rakyat. Kita bisa melihat bagaimana persepsi publik, apa yang menjadi persoalan, sentimen masyarakat, serta tingkat kepercayaan publik terhadap kinerja kita,” ungkap Noor Ishmatuddin saat menanggapi tiga tahun perjalanan BDRC Social Media Research, Kamis (17/9/2026).
Menurutnya, media sosial saat ini bukan lagi sekadar ruang untuk berkomunikasi dan berbagi informasi. Lebih dari itu, media sosial telah menjadi ruang publik digital yang dapat menggambarkan respons dan kecenderungan masyarakat terhadap berbagai isu.
Karena itu, kata dia, derasnya pertumbuhan data digital membutuhkan proses analisis agar informasi yang berserakan di berbagai platform media sosial dapat dipahami secara lebih terukur dan objektif.
“Di media sosial, persepsi publik itu sebenarnya tergambar. Tetapi tentu dibutuhkan analisis dan pengukuran agar gambaran tersebut bisa dipahami dengan baik. Saya melihat BDRC hadir untuk menjawab kebutuhan itu,” jelas Ketua DPC Gekrafs Banyuasin tersebut.
Noor juga mengungkapkan, keberadaan analisis digital semakin terasa manfaatnya dalam momentum politik, termasuk pada Pemilu Legislatif 2024 lalu. Data dan analisis percakapan publik di media sosial dapat menjadi salah satu instrumen untuk membaca isu yang sedang berkembang secara lebih cepat.
"Ini menjadi salah satu gambaran bagaimana ruang digital dapat dimanfaatkan untuk membaca fenomena dan persepsi publik,” katanya.
Ia berharap BDRC dapat terus mengembangkan metodologi dan analisis digital sehingga mampu memberikan kontribusi positif bagi masyarakat, pemerintah, politisi, maupun berbagai kalangan yang membutuhkan pemetaan opini publik berbasis data.
Tiga tahun perjalanan BDRC, menurutnya, menjadi bagian dari perkembangan ekosistem analisis data digital di daerah. Dari data dan percakapan di ruang digital, berbagai persepsi masyarakat dapat dipotret untuk kemudian menjadi bahan evaluasi dan pertimbangan dalam mengambil kebijakan.
“Data digital bukan sekadar angka dan percakapan. Jika dianalisis dengan tepat, data dapat menjadi cermin untuk melihat bagaimana publik berpikir, merespons dan menilai,” pungkas dia.
Penting Untuk Persepsi dan Kepercayaan Publik
Wakil Ketua DPRD Kabupaten PALI, Firdaus Hasbullah, SH, MH, mengatakan analisis percakapan di media sosial menjadi salah satu instrumen yang relevan untuk melihat berbagai persoalan dan respons masyarakat secara lebih cepat.
“BDRC Social Media Research menjadi salah satu lembaga yang konsen menganalisis percakapan di media sosial terkait opini publik yang berkembang di masyarakat. Hal ini dapat menjadi perhatian bagi siapa pun, terutama untuk melihat sentimen positif maupun negatif terhadap tokoh ataupun kinerja,” ujar Ketua Kormi Kab Pali ini.
Menurutnya, analisis media sosial mengenai perkembangan kepercayaan publik terhadap kinerja wakil rakyat maupun kelembagaan DPRD dapat menjadi bahan evaluasi sekaligus motivasi untuk terus meningkatkan kinerja dan kualitas pelayanan kepada masyarakat.
“Di era keterbukaan seperti sekarang ini, diperlukan respons yang cepat terhadap berbagai persoalan yang menjadi perhatian publik, tentunya sesuai dengan kapasitas dan kewenangan sebagai wakil rakyat,”terang politisi Demokrat yang kini juga menjabat Ketua MD KAHMI PALI.
Editor: Redaksi